
Membuat Tape Ubi: KolaboraSI Mata Pelajaran SBdP, IPA, Bahasa Indonesia
Kegiatan Class Project pembuatan tape ubi kayu yang dijalankan oleh siswa kelas VII SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe dari berbagai kelas menjadi momen pembelajaran yang mengasyikkan dan sarat nilai edukasi. Projek ini merupakan wujud kolaborasi lintas disiplin ilmu yang meliputi Seni Budaya dan Prakarya (SBDP), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Bahasa Indonesia, dengan fokus pembelajaran pada materi pengolahan umbi-umbian, penyusunan teks prosedur, serta pemahaman tentang sel sebagai unit terkecil kehidupan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih siswa membuat olahan pangan dari bahan umbi, memahami tahapan pembuatan tape ubi, serta mengidentifikasi mikroorganisme yang berperan dalam proses fermen-tasi. Kegiatan diawali dengan pengenalan ba-han baku ubi kayu, kemudian dilanjutkan dengan pe-nyusunan teks prosedur pembuatan tape secara ber-kelompok. Para siswa menuangkan langkah-langkah pembuatan secara runtut, mulai dari pengu-pasan, pencucian, perebusan, hingga proses fermentasi, yang kemudian mereka implementasikan secara langsung.

Selama proses pengerjaan, siswa menunjukkan antusiasme yang mengagumkan. Mereka aktif berdiskusi, bekerja sama dalam tim, dan membagi tugas dengan penuh kekompakan. Suasana belajar yang kolaboratif terasa baik di dalam kelas maupun area praktik. Yang cukup menarik, ketika memasuki pem-bahasan IPA, siswa mulai menemukan hal-hal baru terkait proses fermentasi. Mereka mengamati bahwa tape ubi tidak hanya mengalami perubahan tekstur dan rasa, tetapi juga perubahan biologis akibat aktivitas mikroorganisme. Dari sini, siswa mulai memahami peran sel, khususnya sel mikroorganisme seperti Sacc-haromyces cerevisiae, dalam mengubah zat pati men-jadi gula dan alkohol secara alami.
Momen paling menggembirakan terjadi ketika hasil fermentasi mulai tampak. Ubi kayu yang semula keras dan tanpa rasa berubah menjadi tape yang lembut, manis, dan beraroma khas. Siswa tampak takjub dan bangga dengan hasil karya mereka. Beberapa bahkan langsung mencicipi dengan ekspresi penuh kepuasan dan rasa ingin tahu. Tidak sedikit pula yang membawa pulang hasil tape ubi untuk diperlihatkan kepada orang tua. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang proses biologis dan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap pangan lokal dan proses tradisional.
Secara keseluruhan, Class Project ini berhasil men-ciptakan pengalaman belajar yang terintegrasi, menye-nangkan, dan penuh eksplorasi. Kolaborasi antarmata pelajaran memberikan konteks yang utuh bagi siswa untuk memahami konsep secara nyata, sekaligus me-ngasah keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Diha-rapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan untuk memperkuat pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Penulis: Ayi Nurlaila, S.ST, Guru Prakarya



