
Meningkatkan Keterampilan dan Kerja Sama Melalui Aktivitas Air
Kamis, 13 Oktober 2025, suasana pagi di SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe terasa berbeda. Siswa-siswi ke-las VII yang terdiri atas empat kelas berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan outing ke Wa-terboom. Tepat pukul 08.00 WIB, mereka berangkat me-nggunakan bus yang telah disiapkan sekolah. Sepanjang perjalanan, wajah-wajah ceria dan antusias tergambar je-las pada diri para siswa.

Sesampainya di Waterboom, para siswa langsung menu-ju area kolam renang untuk memulai pembelajaran akti-vitas air. Materi yang dipelajari meliputi teknik dasar be-renang, keselamatan di air, serta pentingnya kerjasama tim. Siswa mempraktikkan gaya renang dasar seperti ga-ya dada dan gaya bebas. Mereka juga diperkenalkan pa-da teknik penyelamatan di air untuk menghadapi kondisi darurat. Guru-guru ikut turun ke kolam untuk mendam-pingi, Kamis, 13 Oktober 2025, pagi hari di SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe terasa tidak seperti biasanya. Sis-wa kelas VII dari empat rombongan belajar berkumpul dengan antusias untuk mengikuti kegiatan outing ke Wa-terboom. Tepat pukul 08.00 WIB, seluruh siswa berang-kat menggunakan bus yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Sepanjang perjalanan, keceriaan dan semangat tampak jelas dari raut wajah para siswa.
Setibanya di Waterboom, siswa langsung diarahkan me-nuju area kolam renang untuk memulai kegiatan pembe-lajaran aktivitas air. Materi yang diberikan meliputi teknik dasar berenang, keselamatan di air, serta pentingnya ke-rja sama dalam tim. Siswa mempraktikkan beberapa ga-ya renang dasar, seperti gaya dada dan gaya bebas. Se-lain itu, mereka juga diperkenalkan dengan teknik penye-lamatan di air sebagai bekal menghadapi situasi darurat. Para guru turut masuk ke area kolam untuk mendampi-ngi, mengawasi, dan memastikan seluruh kegiatan berl-angsung dengan aman.
Selama kegiatan berlangsung, penilaian dilakukan pa-da tiga aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif menilai pemahaman siswa terhadap te-knik bere-nang dan materi keselamatan di air. Aspek afektif difokuskan pada sikap siswa, terutama tang-gung jawab, kerja sama, dan kedisiplinan selama kegi-atan. Adapun aspek psikomotorik menilai keterampi-lan siswa dalam mempraktikkan teknik dasar berenang secara tepat dan benar.
Kegiatan aktivitas air ini memberikan banyak manfaat bagi siswa kelas VII. Selain meningkatkan kemampuan berenang, siswa juga belajar memahami pentingnya keselamatan di air dan memperkuat kerja sama tim. Melalui pengalaman belajar secara langsung, siswa menjadi lebih percaya diri, mandiri, dan bertanggung jawab. Hasil penilaian dari kegiatan ini selanjutnya ak-an digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mening-katkan kualitas pembelajaran di sekolah, khususnya pada materi aktivitas air di masa mendatang.
mengawasi, dan memastikan seluruh kegiatan berla-ngsung aman.
Selama kegiatan, penilaian dilakukan pada tiga aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pada aspek kognitif, siswa dinilai berdasarkan pemahaman mereka terhadap teknik berenang dan materi keselamatan di air. Aspek afektif menilai sikap siswa, terutama dalam hal tanggung jawab, kerja sama, dan kedisiplinan sela-ma mengikuti kegiatan. Sementara itu, aspek psikomo-torik menilai kemampuan praktik mereka dalam mela-kukan teknik dasar berenang dengan baik dan benar.
Kegiatan aktivitas air ini memberikan banyak manfaat bagi siswa kelas VII. Selain meningkatkan keterampi-lan berenang, mereka juga belajar memahami penting-nya keselamatan di air serta memperkuat kerja sama tim. Melalui pengalaman langsung ini, siswa menjadi lebih percaya diri, mandiri, dan bertanggung jawab. Hasil penilaian dari kegiatan ini nantinya akan dijadi-kan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pem-belajaran di sekolah, khususnya pada materi aktivitas air di tahun mendatang.
Penulis: Hanifah, S. Pd, guru olahraga Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe



