
Menuju Tanpa Peta dan Berjuang untuk Sebuah Asa
Kami masih duduk di bangku sekolah,
tapi pikiran jarang benar-benar di kelas.
Ada masa depan yang pelan-pelan mengetuk,
tanpa menjelaskan apa maunya.
Hari-hari berjalan biasa,
tugas menumpuk, jam tidur berkurang.
Kami mulai mengerti
bahwa lelah bukan selalu karena fisik.
Di usia ini,
kami belajar diam saat tidak yakin,
belajar tetap jalan
meski belum tahu ujungnya di mana.
Tidak semua mimpi terasa indah,
sebagian justru menakutkan
karena menuntut kami berubah
dan bertanggung jawab.
Kami tidak minta hidup dipermudah,
hanya berharap
kesalahan hari ini
tidak menghentikan langkah besok.
Jika suatu saat kami sampai,
itu karena kami bertahan bukan dengan teriakan,
tapi dengan konsistensi kecil
yang sering tak terlihat.
Penulis: Muhammad Danial Dafiq, siswa kelas XII Mississipi SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe




